Tampilkan postingan dengan label puisi kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi kehidupan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Juli 2012

Bagaimana Sebenarnya




Untuk Negeriku tercinta
Bagaimana sebenarnya
Begitu rumit engkau diungkapkan
Sampai demokrasi tergila-gila padamu
Sehingga engkau bersedia
Mengkerdilkan diri untuknya
Betapa kuatnya engkau
Menerima perlakuan anak-anakmu
Yang mengaku sebagai kekasih sejatimu
Mereka sibuk bermain pasir di tepi pantai
Membangun bangunan pasir yang megah
Namun mereka hancurkan jua dengan riang gembira
Betapa...  sebenarnya engkau ini
Sampai Sang Islam-pun dibawa-bawa
Untuk mempersuntingmu
Bagaimana sebenarnya...


Semarang, 2011

Selasa, 10 Juli 2012

Tak Seperti Biasa




Kumandang adzan
Menjadi saksi
Dalam lirih tawa
Melawan sedih gelisahku
Tak seperti biasa
Perkataanmu yang damai
Menggumpal dalam mendung resahku
Senyumanmu…
Yang teduhkan amarahku
Seakan-akan menguak terikku
Setiamu ….
Harapanku juga cemasku
Benarkah kau sudah bosan
Dengan rumahku
Yang tak sanggup lagi
Menampung hartamu, indahmu…
Dan mungkin juga
Cintamu….
Desember 2010

Dimanakah Muara

Bertahun-tahun melalui jalan yang sama
Masih tidak menemukan
Beribu-ribu kata terkata
Masih tidak menemukan
Dimanakah muaraku, dimanakah muaramu?
Di telapak kaki Ibu surgaku
Dalam semangat Bapakku jiwaku
Semangat surgawi menelusup nadiku
Gelisah menyelinap masuk kelopak mata
Meneteskan resah masalah hidup
Kemanakah arah muara hidupku?
Tolonglah tuntun hamba-MU
Ya Tuhan...